Dr. Cepi Riyana dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan Pengembangan Kompetensi Pembelajaran Pamong Berbasis Desain Instruksional, Strategi Inovatif, Asesmen, dan Praktik Reflektif bagi 326 Calon Pamong SMA Taruna Nusantara Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Jumat, 22 Mei 2026 di Pusdikbekang TNI AD, Jl. Gatot Subroto No. 4, Baros, Cimahi sebagai upaya memperkuat kompetensi pamong dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik.

Dalam penyampaian materinya, Dr. Cepi Riyana menekankan pentingnya desain instruksional sebagai fondasi utama dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif di lingkungan pendidikan berasrama. Menurutnya, pamong tidak hanya berperan sebagai pendamping peserta didik, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran yang mampu membangun pengalaman belajar yang bermakna dan terarah.
Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting dalam pembelajaran modern, mulai dari desain instruksional, strategi pembelajaran inovatif berbasis student-centered learning dan personalized learning, diferensiasi pembelajaran, hingga konsep Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan deep learning. Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan terkait prinsip asesmen pembelajaran, pengelolaan kelas adaptif, microteaching, supervisi klinis, serta praktik reflektif dalam peningkatan kualitas pembelajaran.
Dalam sesi pembahasannya, Dr. Cepi Riyana menjelaskan bahwa pembelajaran abad ke-21 menuntut pamong untuk mampu menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya disiplin dan terstruktur, tetapi juga fleksibel, humanis, dan mendorong perkembangan potensi peserta didik secara optimal.
“Pamong memiliki posisi strategis dalam membangun budaya belajar peserta didik. Oleh karena itu, kemampuan merancang pembelajaran yang adaptif, melakukan asesmen yang bermakna, dan menjalankan praktik reflektif menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung melalui metode ceramah interaktif, diskusi, dan studi kasus singkat yang memungkinkan peserta terlibat aktif dalam memahami berbagai tantangan pembelajaran di lingkungan sekolah berasrama. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi yang membahas implementasi strategi pembelajaran inovatif serta pengelolaan kelas yang efektif dan adaptif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para calon pamong mampu mengembangkan kompetensi profesional dalam mendukung sistem pendidikan yang terintegrasi antara pembelajaran, pengasuhan, dan pembinaan karakter peserta didik. Kehadiran Dr. Cepi Riyana sebagai narasumber sekaligus memperkuat kontribusi akademisi pendidikan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan di Indonesia
