Prof. Deni Darmawan Paparkan Perjalanan Panjang Inovasi Digital untuk Cybergogy pada Seminar Nasional UMM

Malang – Fakultas Pendidikan, Sains, dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Transformasi Pembelajaran dan Cybergogy: Mempersiapkan Pendidik Abad ke-21 – Membangun Ekosistem Pembelajaran yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berpusat pada Peserta Didik di Era Digital.” Kegiatan yang berlangsung di Aula BAU Kampus III UMM ini menghadirkan dua narasumber, yakni akademisi dari Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Mewakili Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Deni Darmawan, S.Pd., M.Si., M.IKom., MCE. menyampaikan materi bertajuk “The Long Journey of Digital Innovation for Cybergogy.” Dalam paparannya, Prof. Deni mengajak peserta untuk memahami bahwa inovasi merupakan proses panjang yang harus terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi pendidikan di era digital.

Menurut Prof. Deni, perjalanan inovasi tidak boleh terhenti oleh keterbatasan waktu, sumber daya, tantangan, maupun minimnya dukungan dari berbagai pihak. Sebaliknya, inovasi harus menjadi karakter utama para peneliti, akademisi, praktisi, dan pelaku industri, yang didukung oleh kebijakan pemerintah yang kondusif dan berorientasi pada kemajuan pendidikan.

Sebagai bentuk refleksi atas perjalanan akademiknya, Prof. Deni merangkum berbagai inovasi yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun dalam sebuah kerangka “The Long Journey of Digital Innovation for Cybergogy.” Berbagai inovasi tersebut meliputi BIO-KOMUNIKASI, ICMLS, TVUPI-Mobile, LSJ-TVUPI, VCDLN, Multiplatform-VCDLN, LR-DOMBL, RAV, EduPark, EduBot, DCRIV, Robot LILIE, hingga pengembangan Afiliasi Sekolah TikTok Berbasis Artificial Intelligence (AI).

Rangkaian inovasi tersebut menggambarkan evolusi pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan, mulai dari pengembangan media pembelajaran, sistem pembelajaran virtual, robotika pendidikan, hingga integrasi kecerdasan artifisial untuk mendukung terciptanya ekosistem pembelajaran yang adaptif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Deni juga mendorong para dosen, guru, peneliti, dan praktisi pendidikan yang hadir untuk tidak sekadar memahami konsep inovasi, tetapi mampu mengadopsi, mengadaptasi, dan mengimplementasikan berbagai inovasi tersebut sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik institusi masing-masing.

“Perjalanan inovasi ini saya harapkan dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan menghadirkan solusi nyata bagi transformasi pendidikan di era digital,” ungkap Prof. Deni.

Seminar Nasional ini menjadi wadah strategis bagi para pendidik untuk memperkaya wawasan mengenai konsep Cybergogy, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang mampu menjawab tantangan abad ke-21 melalui pemanfaatan teknologi digital dan inovasi pembelajaran yang berkelanjutan.

Scroll to Top