Dosen Prodi Pengembangan Kurikulum Berkontribusi dalam Penyusunan Program Persiapan Sekolah Nasional Terintegrasi

Bandung, Juli 2026 – Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Program Persiapan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) pada tanggal 16–18 Juli 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut penyusunan Kurikulum Sekolah Nasional Terintegrasi yang berfokus pada perancangan program penguatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan sebagai langkah awal implementasi SNT di jenjang SMP dan SMA.

Kegiatan tersebut melibatkan pakar, akademisi, praktisi pendidikan, serta tim penyusun dari berbagai perguruan tinggi dan instansi terkait. Salah satu anggota tim penyusun adalah Dr. Mario Emilzoli, M.Pd., dosen Program Studi Pengembangan Kurikulum, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang berkontribusi dalam penyusunan rancangan program pelatihan sebagai bagian dari persiapan implementasi Sekolah Nasional Terintegrasi.

Fokus utama kegiatan adalah menyusun Rujukan Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Nasional Terintegrasi, yang dirancang sebagai acuan nasional dalam menyiapkan kompetensi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan fasilitator internal sekolah sebelum implementasi SNT. Berbeda dengan pendekatan pelatihan konvensional, program ini menempatkan pelatihan sebagai proses pengembangan profesional yang berkelanjutan (job-embedded professional development), sehingga peningkatan kompetensi tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut melalui praktik, pendampingan, dan refleksi di satuan pendidikan.

Dalam pembahasannya, tim berhasil merumuskan kerangka konseptual pelatihan yang menekankan lima prinsip utama, yaitu pelatihan yang berkelanjutan, terdiferensiasi sesuai peran, mengikuti kalender implementasi sekolah, berbasis pemetaan kompetensi awal, serta berorientasi pada praktik dan produk nyata. Selain itu, disusun pula arsitektur pengembangan kapasitas melalui pembentukan Curriculum Development Center (CDC) dan Teaching and Learning Center (TLC) sebagai fasilitator internal yang akan menjadi penggerak pendampingan implementasi Kurikulum SNT di sekolah.

Sebagai keluaran utama, tim menyusun sembilan program pelatihan (P1–P9) yang mencakup pelatihan fasilitator internal, orientasi Kurikulum SNT, pembelajaran mendalam dan learning progression, penerimaan murid baru dan placement, pemanfaatan sistem digital sekolah, pembelajaran berbasis proyek dan STEM Terpadu/STEAMS, asesmen berbasis progresi dan DRCM, Community Service,penguatan kemampuan bahasa Inggris guru, hingga kepemimpinan dan tata kelola Sekolah Nasional Terintegrasi. Seluruh program dirancang secara bertahap mengikuti fase implementasi sekolah dengan penekanan pada praktik nyata dan produk pembelajaran sebagai indikator keberhasilan.

Melalui penyusunan program ini, diharapkan implementasi Sekolah Nasional Terintegrasi tidak hanya didukung oleh dokumen kurikulum yang komprehensif, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia yang mampu menerjemahkan konsep tersebut ke dalam praktik pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, Program Persiapan Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi pendidikan menengah yang berkesinambungan, berorientasi pada pengembangan kompetensi, karakter, dan talenta peserta didik.

Scroll to Top