
BANDUNG, 24 Desember 2025 – Isu kesehatan reproduksi dan seksual remaja seringkali menjadi topik tabu dalam lingkungan keluarga, meski urgensinya terus meningkat. Menanggapi fenomena tersebut, Program Studi Pendidikan Masyarakat (Penmas) Sekolah Pascasarjana Universitas menggelar Ujian Sidang Promosi Doktor atas nama Djudju Sriwendah.
Dalam sidang terbuka yang berlangsung di Gedung FIP Lantai 10 ini, Djudju Sriwendah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Empowerment Communication Orang Tua dalam Informasi Kesehatan Reproduksi dan Seksual Remaja (Studi Pada Keluarga Yang Memiliki Anak Remaja Di Kota Bandung)”.
Komunikasi Pemberdayaan sebagai Solusi dalam paparannya, Djudju Sriwendah menjelaskan bahwa banyak orang tua di Kota Bandung masih menghadapi hambatan psikologis dan komunikasi dalam menyampaikan informasi kesehatan reproduksi (kespro) kepada anak remaja mereka. Riset ini menawarkan sebuah Model Empowerment Communication (Komunikasi Pemberdayaan) yang mentransformasi peran orang tua dari sekadar pemberi perintah menjadi mitra dialog yang memberdayakan.
“Model ini menekankan pada keterbukaan emosional dan penguatan literasi informasi. Tujuannya agar remaja mendapatkan informasi kespro yang akurat dari lingkaran utama mereka, yakni keluarga, guna memitigasi dampak negatif dari paparan informasi yang salah di media sosial,” ujar Djudju dalam sidang tersebut.
Kontribusi Nyata terhadap SDGs Temuan riset Djudju Sriwendah ini memiliki relevansi kuat dengan agenda dunia dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- SDGs Nomor 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera): Melalui edukasi reproduksi yang tepat untuk menekan angka masalah kesehatan remaja.
- SDGs Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas): Memperkuat pilar pendidikan informal dan pola asuh (parenting) di dalam keluarga.
- SDGs Nomor 5 (Kesetaraan Gender): Menghapus tabu dan bias gender dalam pembicaraan mengenai kesehatan seksual di rumah tangga.
Apresiasi Akademik Dewan penguji memberikan apresiasi tinggi atas keberanian Djudju mengangkat lokus penelitian di Kota Bandung sebagai representasi tantangan masyarakat urban. Model komunikasi yang dihasilkan dinilai sangat aplikatif untuk diadopsi oleh lembaga pemerintah maupun praktisi pendidikan keluarga dalam bentuk modul pelatihan bagi para orang tua.
Dengan selesainya ujian ini, Dr. Djudju Sriwendah resmi menambah jajaran doktor di bidang Pendidikan Masyarakat yang diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan literasi keluarga di Indonesia.
(Kontributor Humas Prodi, Dadang Yunus Lutfiansyah)
