Rabu, 5 Agustus 2026 – Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) yang merupakan kumpulan dari Studi Ekonomi Islam atau Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam dalam lingkup Jawa Barat berhasil menyelenggarakan kembali kegiatan Temu Ilmiah Regional 2026 (TEMILREG) dan resmi mempercayakan STAI Idrisiyyah sebagai tuan rumah yang berlokasi di Jl. Raya Rajapolah No.49, Jatihurip, Kec. Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat, 31 Juli sampai dengan Minggu, 2 Agustus 2026.
Kegiatan dengan tema “Optimalisasi Peran Industri Halal dan Transformasi Digital sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Umat yang Berkelanjutan”, menyelenggarakan 3 kompetisi, yakni Karya Tulis Ilmiah, Sharia Business Plan, dan Sharia Policy Case Study. Kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan menulis akademik, berpikir kritis, serta diharapkan dapat menyumbang ide inovatif dan solutif demi pengembangan ekonomi dan keuangan islam di Indonesia.
Nayla Ardhia Pramesti dan Silmi Maryam mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi serta Delia Puspitasari mahasiswa dari program studi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam menjadi salah satu tim delegasi dari Unit Kegiatan Mahasiswa Study Community of Islamic Economics (SCIEmics) UPI bersama tim lainnya, untuk mengikuti kompetisi Karya Tulis Ilmiah. Penelitian dengan judul “Dynamic NFT sebagai Instrumen Real-Time Tracking dalam Transformasi Digital Wakaf Berkelanjutan”, mencoba membangun kerangka konseptual untuk mengintegrasikan inovasi Blockchain Dynamic NFT ke dalam pelaporan Wakaf.
Jumat, 31 Juli 2026 Kegiatan dibuka oleh CEO Idrisiyyah Foundation, Bapak Mara Umar ME, kemudian dilanjutkan rangkaian seminar nasional dengan tiga sesi, yakni: Seminar nasional OJK, Pasar Modal, dan Peran ekonomi syariah dalam membangun kebermanfaatan umat. Kegiatan dilanjutkan dengan Srikandi Talkshow yang diikuti oleh para peserta perempuan.
Pada hari kedua, kompetisi semi final dengan 7 tim KTI mempresentasikan hasil karyanya, 6 tim dengan nilai tertinggi berhasil lolos menuju babak final dan mengikuti sesi studi kasus, termasuk tim Desimal dengan tema yang diperoleh yakni Tokenisasi Aset Digital. Agenda dilanjutkan dengan ziarah ke makam Masyayikh Pondok Pesantren Idrisiyyah sebagai bentuk penghormatan dan refleksi nilai-nilai perjuangan dan agenda ditutup dengan Sarasehan sebagai ruang berbagi pengalaman, wawasan, dan mempererat ukhuwah.
Mengantongi nilai 89,37, Tim Desimal berhasil membawa pulang kejuaraan Karya Tulis Ilmiah Pertama, hal ini juga didorong oleh doa, perjuangan, dan dukungan berbagai pihak. Kegiatan TEMILREG 2026 tidak selesai pada sesi kompetisi, melainkan sebagai ruang berbagi pengalaman, wawasan, dan relasi, khususnya bagi mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi untuk turut serta mengambil peran sebagai representasi dari keilmuan yang interdisipliner dan mampu menjawab tantangan ekonomis islam saat ini.
Credit by: Nayla Ardhia Pramesti dan Silmi Maryam

