Banjarmasin — Komitmen terhadap integrasi nilai-nilai keberlanjutan dalam pendidikan terus diperkuat melalui berbagai inisiatif akademik. Salah satunya ditunjukkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari yang menyelenggarakan Workshop Kurikulum Ekoteologi bekerja sama dengan Pusat Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan Islam (Pusjibang-PI) FTK UIN Antasari.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Riche Cynthia Johan, S.Pd., M.Si., Dosen Program Studi Pengembangan Kurikulum FIP UPI dipercaya sebagai narasumber utama. Penugasan ini diberikan secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia sebagai bentuk kontribusi akademik dalam pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai ekoteologi .
Workshop dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026, bertempat di Aula Jafri Zam-Zam Kampus I Universitas Islam Negeri Antasari. Kegiatan ini mengangkat tema “Integrasi Ecoteologi dalam Kurikulum Pendidikan Keagamaan: Membangun Kesadaran Spiritual dan Tanggung Jawab Ekologis untuk Masa Depan Berkelanjutan.”
Dalam paparannya, Dr. Riche Cynthia Johan menekankan pentingnya mengintegrasikan perspektif ekologi dan spiritualitas dalam kurikulum pendidikan keagamaan. Menurutnya, pendekatan ekoteologi tidak hanya memperkuat dimensi religius, tetapi juga membentuk kesadaran ekologis peserta didik dalam menghadapi krisis lingkungan global.
“Kurikulum harus mampu menjawab tantangan zaman, termasuk krisis lingkungan. Integrasi ekoteologi menjadi salah satu strategi untuk membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki tanggung jawab ekologis,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya akademik dalam merespons isu perubahan iklim dan degradasi lingkungan melalui jalur pendidikan. Kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi ini diharapkan dapat menghasilkan model kurikulum inovatif yang relevan dengan kebutuhan masa depan, sekaligus memperkuat peran pendidikan Islam dalam pembangunan berkelanjutan.
Workshop ini juga diikuti oleh dosen, peneliti, serta praktisi pendidikan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai keberlanjutan. Diskusi interaktif yang berlangsung sepanjang kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam mengintegrasikan konsep ekoteologi ke dalam praktik pembelajaran.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan lahir gagasan dan implementasi nyata dalam pengembangan kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga membangun kesadaran spiritual dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
