
Bandung, 25 September 2026 — Program Studi Pendidikan Khusus (PKh) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) menggelar Puncak Dies Natalis ke-62 pada Jumat, 25 September 2026. Bertempat di Gedung Achmad Sanusi UPI, kegiatan menjadi penutup rangkaian peringatan Dies Natalis sekaligus momentum untuk merefleksikan perjalanan Pendidikan Khusus dan memperkuat kebersamaan seluruh keluarga besar PKh FIP UPI.
Puncak Dies Natalis ke-62 dihadiri oleh dosen PKh FIP UPI, Ikatan Alumni (IKA) PKh FIP UPI, mahasiswa aktif, tamu undangan, serta panitia pelaksana. Kehadiran berbagai unsur tersebut mempertemukan sivitas akademika lintas generasi dalam suasana akademik sekaligus kekeluargaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan panitia, briefing, presensi peserta, dan persiapan kegiatan. Acara kemudian dibuka oleh Master of Ceremony (MC), dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne PLB, dan Mars PLB.
Memasuki acara inti, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dan pembukaan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Khusus FIP UPI, sambutan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, serta sambutan dari Ikatan Alumni PKh FIP UPI.

Salah satu agenda simbolis dalam perayaan tersebut adalah potong tumpeng Dies Natalis ke-62. Prosesi ini menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang Program Studi Pendidikan Khusus FIP UPI sekaligus simbol harapan agar Pendidikan Khusus terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi pendidikan yang inklusif.
Sebagai bagian penting dari rangkaian akademik Puncak Dies Natalis, Program Studi Pendidikan Khusus FIP UPI juga menyelenggarakan International Webinar Collaboration Series (WCS-4) dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-72 UPI dan Dies Natalis ke-62 Pendidikan Khusus.
Webinar yang berlangsung pada Jumat, 25 September 2026, pukul 08.00–11.30 WIB di Graha Sanusi tersebut mengangkat tema: “GENEALOGY OF SPECIAL EDUCATION: Orthopedagogy–Special Education and the Transformation toward an Inclusive Paradigm.”
Tema tersebut mengangkat pembahasan mengenai perkembangan pemikiran dan praktik Pendidikan Khusus, mulai dari konsep Orthopedagogy dan Special Education hingga transformasinya menuju paradigma pendidikan inklusif.
Kegiatan menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang akademik dan kelembagaan yang berbeda. Narasumber tersebut adalah Prof. Dr. Endang Rochyadi, M.Pd., Dosen Pendidikan Khusus Universitas Pendidikan Indonesia; Dr. Deden Saepul Hidayat, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat; serta Dr. Kama Shaffeei dari Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia.
Kehadiran narasumber dari Indonesia dan Malaysia memberikan ruang pertukaran perspektif lintas institusi dan negara mengenai perkembangan Pendidikan Khusus. Diskusi juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali bagaimana paradigma Pendidikan Khusus berkembang seiring perubahan pemikiran mengenai hak, kebutuhan, layanan, dan partisipasi individu dengan disabilitas dalam pendidikan.
Penyelenggaraan WCS-4 sekaligus memperkuat dimensi internasional dalam peringatan Dies Natalis ke-62. Melalui forum akademik tersebut, mahasiswa, dosen, alumni, dan peserta memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai sejarah, perkembangan, serta arah transformasi Pendidikan Khusus menuju paradigma yang semakin inklusif.
Selain webinar internasional, rangkaian kegiatan akademik juga diisi dengan kuliah pamungkas yang menjadi salah satu momen reflektif dalam peringatan Dies Natalis. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi langsung dan menggali pemikiran dari pemateri.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam kegiatan akademik, panitia menyerahkan cinderamata kepada pemateri dan moderator. Pemberian cinderamata menjadi simbol penghargaan sekaligus bagian dari upaya menjaga hubungan baik dan kolaborasi akademik yang telah terbangun.
Setelah rangkaian akademik selesai, suasana kegiatan kemudian beralih menjadi lebih hangat melalui sharing session yang mempertemukan mahasiswa, dosen, dan alumni. Berbagai fun games turut dihadirkan untuk membangun interaksi dan kekompakan antarpeserta.
Kem meriahan semakin terasa dengan pengumuman lomba yang telah dilaksanakan dalam rangkaian Dies Natalis ke-62. Berbagai penampilan turut memeriahkan acara, dilanjutkan dengan karaoke bersama yang menciptakan suasana penuh keakraban di antara keluarga besar Pendidikan Khusus FIP UPI.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan panitia. Momen tersebut menjadi dokumentasi sekaligus kenangan dari perayaan Dies Natalis ke-62 yang mempertemukan unsur akademik, alumni, mahasiswa, dan tamu undangan.
Puncak Dies Natalis ke-62 PKh FIP UPI menjadi momentum untuk tidak hanya merayakan perjalanan panjang Program Studi Pendidikan Khusus, tetapi juga melihat kembali perkembangan keilmuan dan praktik Pendidikan Khusus dari waktu ke waktu.
Melalui tema Genealogy of Special Education, kegiatan akademik dalam rangkaian Dies Natalis memberikan ruang untuk memahami perjalanan Pendidikan Khusus dari akar pemikirannya hingga transformasi menuju paradigma inklusif. Sementara itu, kegiatan kebersamaan memperkuat hubungan antargenerasi dalam keluarga besar Pendidikan Khusus.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Dies Natalis dapat menjadi ruang yang mempertemukan refleksi akademik, pertukaran pengetahuan, apresiasi, kolaborasi internasional, dan kebersamaan dalam satu momentum.
Melalui peringatan Dies Natalis ke-62, Program Studi Pendidikan Khusus FIP UPI diharapkan terus memperkuat tradisi akademik, memperluas jejaring kolaborasi, serta menghasilkan inovasi dan kontribusi nyata bagi perkembangan Pendidikan Khusus dan pendidikan inklusif di Indonesia.
Selamat Dies Natalis ke-62 Program Studi Pendidikan Khusus FIP UPI. Menengok perjalanan, merawat kebersamaan, memperkuat kolaborasi, dan melangkah menuju Pendidikan Khusus yang semakin inklusif.

