Bandung, 7 Oktober 2026 — Universiti Malaysia Sabah melalui Jawatankuasa Kebajikan Mahasiswa Kolej Kediaman Luar Kingfisher International & USIA-1Borneo melaksanakan kunjungan edukasi dan kegiatan sukarelawan ke Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program “Indonesia Voyage”, yang dirancang untuk memperluas wawasan akademik, pengalaman kemahasiswaan, serta memperkuat hubungan antarmahasiswa dan antar-institusi pendidikan tinggi Malaysia dan Indonesia.
Setibanya di FIP UPI, delegasi UMS diterima di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan UPI. Dalam kunjungan tersebut, delegasi diterima oleh Dosen Pembimbing Kemahasiswaan, Faisal Sadam Murron, M.Pd., bersama perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa FIP UPI. Penyambutan berlangsung di Ruang PKRE lantai 10 FIP UPI dalam suasana penuh keakraban.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk memperkenalkan institusi masing-masing sekaligus bertukar pengalaman mengenai kehidupan organisasi kemahasiswaan. Delegasi UMS dan BEM FIP UPI juga mendiskusikan berbagai kegiatan mahasiswa yang berpotensi dikembangkan melalui kolaborasi lintas negara.
Interaksi tersebut memberikan gambaran mengenai peran organisasi mahasiswa dalam pengembangan potensi, kepemimpinan, kegiatan sosial, serta keterlibatan mahasiswa di lingkungan kampus dan masyarakat. Dialog yang berlangsung secara interaktif turut membuka peluang terbentuknya jejaring antarmahasiswa UMS dan UPI.
Rangkaian program Indonesia Voyage kemudian dilanjutkan dengan berbagai agenda akademik dan kemahasiswaan, antara lain taklimat, tur kampus, sesi benchmarking melalui proyek meja bulat dan seminar, pertukaran budaya, serta kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR).

Melalui kegiatan tersebut, para mahasiswa didorong untuk mengembangkan nilai kesukarelawanan, tanggung jawab sosial, kerja sama tim, kepemimpinan, serta keterlibatan aktif dalam masyarakat. Pertemuan lintas negara ini juga memberikan ruang bagi peserta untuk memahami perspektif pendidikan, budaya, dan kehidupan kemahasiswaan yang berbeda.
Program yang melibatkan tujuh delegasi UMS tersebut menjadi salah satu bentuk penguatan jejaring pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Pertemuan antara mahasiswa dan akademisi dari Malaysia dan Indonesia diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kunjungan, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan yang memberikan dampak positif bagi kedua institusi.

