Digital Curriculum for Strenthening Outcome Based Curriculum at Higher Education

Professor Deni Darmawan sebagai peneliti dan anggota Director Boar pada Kajian Riset Komunikasi, Teknologi dan Budaya di organisasi Internasional Orbicom-UNESCO tentunya tiap tahun dituntut untuk mengharumkan Lembaga dan Negaranya melalui berbagai produk riset yang dihasilkan. Untuk Akhir Tahun 2025 sampai dengan Awal tahun 2026 ini sejumlah inovasi telah dihasilkan melalui riset kolaborasinya menghasilkan sejumlah model temuan mengenai OBC (Outcome Based Curriculum). Model pemikiran OBC ini telah diaplikasinnya pada Upaya pengembangan Central of Curriculum di Universitas Pertahanan baru-baru lalu.

Produk OBC yang disupport oleh Lembaga Akademik Riset Internasional IFERP (Institute For Educational Research and Publication),  kajian ini telah dipresentasikan pada International Conference dengan tema IFERP Webinar event, About Outcome Based Curriculum & Program Development For Higher Education  in Bali, 12th January 2026. Tentunya temuan pemikiran ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagaiman setiap Perguruan Tinggi mampu merancang dan mengembangkan Kurikulum Digitalnya yang adaptif dengan visi dan misi masing-masing. Ada 7 kata kunci dalam kajian OBC Digital ini yang diharapkan dapat direalisasikan secara seimbang, diantaranya : (1) Telaah tentang 6C yang sudah tidak asing dari kebijakan 21st Century Skill for Teaching and Learning,  Dimana komponen ini yang mencakup Communication, Collaboration, Critical Thinking, Creative Thinking, Computational Logic, and Commparasion; (2) New Literacy, Data and Human Technology, Industry 4.0 & Society 5.0 and Development Era, Development of Science, Technology, Arts and Culture; (3) Establishment, Licensing, Revocation and Dissolution of Study Programs, accreditation system according to scientific field, Independent Learning Independent Campus, Quality Assurance from 2023-2030; (4) Society Industry 5.0 Designer for Global Winning Systems, Learning Planning & Digital competence, Integration Of Research, Industry, And National Policy; (5) HE Regulation, Presidential Regulation; (6) Vision, Mision, Goals, Strategic of University Value, Institution of HE, Body of Knowledge and Local Wisdom; (7) Program Educational Objective (PEO) and Learning Outcomes, International Higher Education qualification framework.

Ketujuh kajian yang sangat penting ini diprediksi akan membawa pada kualitas manajemen sebuah Universitas di era digital dengan sejumlah indicator persaingan global yang terus berubah setiap saat. Demikina juga dengan tantangan competitor yang ada , Dimana setiap perguruan tinggi dihadapkan pada klasifikasi dan pemeringkatan yang terus berlangsung. Ketika semua komponen dari OBC Digital ini mampu dielaborasi dan diturunkan ke dalam program sebiah universitas mulai dari visi, misi, tujuan strategis dan adaptif dan mampu menunjukkan peforma positif setidaknya ia akan mampu bertahan dalam kategori yang dimilikinya saat ini. Ketujuh kajian dari OBC Digital ini akan menjadi roda penggerak bagi kelompok universitas yang berada pada kategori “Utama”, dan “ Madya”, dan “ Mandiri” setidaknya ada dasar dalam Upaya membangun kultur akademik yang egaliter dengan menerapkan aspek Literacy Digital bagi semua civitasnya.

Kata kunci dari Literacy Digital yang ditopang oleh kesiapan infrastruktur yang dimiliki maka menggiring kepada kekauatannya dalam memasuki Global Winning International Reseach. Setalah fase ini dilewati maka seluruh civitas tidak perlu dipaksa-paksa untuk melalkukan updating literasi dan update kompoetensinya masing-masing. Semua elemen universitas yang bersangkutan akan bergerak kepada capaian Quality Control yang optimal Dimana semua civitasnya mampu menunjukkan ketercapaian dalam aspek Society 5.0 yang mutlak menjadi prestasinya.

Scroll to Top