Pada tanggal 22 Mei 2026, Ridha Hidayani, M.Pd., dosen Program Studi Teknologi Pendidikan, berkesempatan menjadi narasumber dalam program Comeback Journey Penulis Batch 8 yang diselenggarakan oleh Ibu Punya Mimpi. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini merupakan bagian dari program pengembangan kapasitas perempuan yang bertujuan membantu para ibu menjadi lebih berdaya dan mandiri secara finansial melalui penguatan keterampilan menulis. Program Comeback Journey sendiri merupakan salah satu program pembelajaran berkelanjutan yang dirancang untuk mendukung perempuan, khususnya ibu, dalam mengembangkan kompetensi dan membangun kembali karier maupun produktivitasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ridha Hidayani membawakan materi bertema “Individual Development” yang berfokus pada pengembangan kemampuan peserta dalam merancang kurikulum belajar pribadi (personal learning curriculum) sesuai dengan tujuan dan capaian yang ingin diraih masing-masing peserta. Materi ini dirancang untuk membantu peserta memahami bahwa proses belajar yang efektif memerlukan perencanaan yang sistematis, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan individu.
Melalui sesi ini, peserta diajak untuk mengidentifikasi target belajar yang ingin dicapai, menetapkan indikator keberhasilan, serta menentukan rentang waktu yang realistis untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu, peserta juga dibimbing untuk menganalisis berbagai kompetensi, sumber belajar, dan aktivitas yang perlu dilakukan sebagai bagian dari proses mencapai target yang telah ditetapkan.
Tidak hanya berfokus pada perencanaan, materi juga membahas berbagai tantangan yang umum dihadapi dalam proses belajar mandiri, seperti keterbatasan waktu, penurunan motivasi, kesulitan menjaga konsistensi, hingga hambatan dalam mengelola prioritas. Berbagai strategi praktis dan reflektif diberikan untuk membantu peserta mengantisipasi serta mengatasi kendala-kendala tersebut sehingga rencana belajar yang telah disusun dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
Partisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi akademisi dalam mendukung pengembangan kapasitas masyarakat melalui pendidikan sepanjang hayat (lifelong learning). Melalui pendekatan perencanaan belajar yang terstruktur, peserta diharapkan tidak hanya memiliki peta jalan pembelajaran yang lebih jelas, tetapi juga mampu mengeksekusi rencana tersebut secara konsisten untuk mencapai tujuan pengembangan diri maupun profesional yang telah ditetapkan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas pemberdayaan masyarakat dalam mendorong terciptanya budaya belajar yang mandiri, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup.
