
Depok, [01 Oktober 2026] – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KEMA) Program Studi Pendidikan Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia (Penmas UPI) melaksanakan kegiatan studi banding dengan BEM Program Studi Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia (UI). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan pertukaran pengalaman antarmahasiswa dalam pengelolaan organisasi, pengembangan program kerja, serta penguatan kapasitas kepemimpinan mahasiswa.
Kegiatan studi banding tersebut diikuti oleh jajaran pengurus BEM KEMA Penmas UPI dan BEM Program Studi Kesejahteraan Sosial UI. Pertemuan berlangsung dalam suasana akademik yang hangat dan dialogis melalui diskusi mengenai pengelolaan organisasi kemahasiswaan, pelaksanaan program kerja, strategi membangun partisipasi mahasiswa, serta berbagai praktik baik yang telah dikembangkan oleh masing-masing organisasi.
Mewakili Program Studi Pendidikan Masyarakat UPI, Sekretaris Program Studi Pendidikan Masyarakat Dr. Dadang Yunus Lutfiansyah, M.Pd menyampaikan sambutan secara daring beliau mengucapkan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, studi banding tidak semestinya dimaknai hanya sebagai kegiatan kunjungan antarlembaga mahasiswa, tetapi sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa melalui pengalaman nyata.
“Organisasi mahasiswa merupakan laboratorium pembelajaran yang sangat penting bagi mahasiswa. Di dalamnya mahasiswa belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, pengambilan keputusan, manajemen program, sekaligus belajar memahami berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan studi banding menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh informasi mengenai struktur dan program kerja organisasi lain, tetapi juga mampu melakukan refleksi terhadap pengelolaan organisasi di lingkungan masing-masing.
“Datanglah bukan hanya untuk melihat bagaimana organisasi lain bekerja, tetapi untuk belajar, bertanya, berdiskusi, dan merefleksikan organisasi kita sendiri. Kemudian, dari kegiatan ini diharapkan ada gagasan baru yang dapat dibawa pulang dan dikembangkan di lingkungan Pendidikan Masyarakat,” tambahnya.
Pertemuan antara BEM KEMA Penmas UPI dan BEM Program Studi Kesejahteraan Sosial UI juga memiliki relevansi yang kuat secara keilmuan. Pendidikan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial memiliki irisan dalam perhatian terhadap pengembangan kapasitas individu dan komunitas, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
Dalam konteks tersebut, studi banding diharapkan tidak berhenti pada pertukaran pengalaman organisasi, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan jejaring dan kolaborasi antarmahasiswa. Kolaborasi dapat dikembangkan melalui kegiatan akademik, diskusi ilmiah, seminar, pengabdian kepada masyarakat, kegiatan sosial, maupun berbagai program pengembangan kapasitas mahasiswa lainnya.
Bagi BEM KEMA Penmas UPI, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas internal organisasi melalui proses benchmarking dan refleksi kelembagaan. Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan program kerja BEM KEMA Penmas agar semakin responsif terhadap kebutuhan mahasiswa serta mampu menghadirkan kegiatan yang memiliki manfaat lebih luas.
Kegiatan studi banding kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan pertukaran pengalaman antarpengurus kedua organisasi. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman dalam menjalankan program kerja, serta mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi organisasi mahasiswa dalam membangun partisipasi dan keberlanjutan program.
Melalui kegiatan tersebut, BEM KEMA Penmas UPI dan BEM Program Studi Kesejahteraan Sosial UI diharapkan dapat membangun hubungan kelembagaan yang berkelanjutan. Jejaring antarmahasiswa lintas perguruan tinggi tersebut diharapkan menjadi modal sosial untuk menghadirkan berbagai inovasi dan kolaborasi yang mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kegiatan studi banding ini menegaskan bahwa pembelajaran mahasiswa tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman berorganisasi, berjejaring, berdialog, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Semangat tersebut sejalan dengan karakter Pendidikan Masyarakat yang menempatkan pengalaman, partisipasi, pemberdayaan, dan kolaborasi sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran dan pengembangan masyarakat.(Korespondensi : Syifa Priscilia dan Dadang Yunus Lutfiansyah).
