Penmas FIP UPI Terima Audiensi Inovasi Muda Indonesia Foundation, Bahas Penguatan Program Pendidikan dan Pemberdayaan Pemuda

Bandung, 5 Oktober 2026 — Program Studi Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (Penmas FIP UPI) menerima audiensi Inovasi Muda Indonesia Foundation dalam rangka membahas pengembangan program pendidikan dan pemberdayaan pemuda melalui Program LPK Inovasi Gakuin dan Program Desa Inovasi, Senin (5/10/2026).

Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Prodi Penmas lanytai 6 FIP UPI tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkenalkan arah pengembangan program Inovasi Muda sekaligus menjajaki peluang sinergi dengan Program Studi Pendidikan Masyarakat, khususnya dalam penguatan pendidikan berbasis masyarakat, pengembangan kapasitas pemuda, serta penciptaan pekerjaan hijau (green jobs) yang mendukung keberlanjutan.

Inovasi Muda Indonesia Foundation merupakan lembaga nonprofit yang bergerak di bidang pendidikan dengan fokus pada penciptaan pekerjaan hijau bagi pemuda sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan. Dalam audiensi tersebut, lembaga menyampaikan pengembangan Program LPK Inovasi Gakuin dan Program Desa Inovasi yang menjadi inisiatif Inovasi Muda.

 

 

Membuka Ruang Kolaborasi Pendidikan Masyarakat

Audiensi menjadi momentum penting untuk mempertemukan perspektif kelembagaan pendidikan tinggi dengan praktik inovasi yang dikembangkan oleh organisasi masyarakat. Bagi Program Studi Pendidikan Masyarakat, pengembangan program berbasis masyarakat memiliki keterkaitan erat dengan mandat keilmuan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek dalam proses pendidikan, pemberdayaan, dan perubahan sosial.

Ketua Program Studi Pendidikan Masyarakat FIP UPI, Dr. Yanti Shantini, M.Pd., menyambut baik inisiatif audiensi tersebut sebagai bagian dari upaya membangun jejaring dan membuka ruang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga yang memiliki perhatian terhadap inovasi pendidikan serta pemberdayaan pemuda dapat menjadi ruang untuk mempertemukan kekuatan akademik dengan pengalaman praktis di lapangan.

“Kolaborasi dengan berbagai lembaga menjadi penting bagi Pendidikan Masyarakat karena proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar dari berbagai praktik pemberdayaan masyarakat yang berkembang di lapangan,” demikian substansi pandangan Ketua Prodi Penmas dalam audiensi tersebut.

Menghubungkan Pendidikan, Pemuda, dan Pekerjaan Hijau

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam audiensi adalah keterkaitan antara pendidikan dan pengembangan kapasitas pemuda dengan kebutuhan masa depan dunia kerja. Konsep green jobs menjadi semakin relevan dalam konteks pembangunan berkelanjutan karena membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

Perspektif tersebut memiliki keterkaitan dengan Pendidikan Masyarakat yang selama ini berorientasi pada pengembangan kompetensi dan kemandirian masyarakat melalui proses pembelajaran yang kontekstual.

Melalui Program LPK Inovasi Gakuin, peluang pengembangan kompetensi pemuda dapat dipertemukan dengan kebutuhan dunia kerja, sementara Program Desa Inovasi membuka ruang bagi pengembangan potensi masyarakat melalui pendekatan yang berbasis pada kebutuhan dan sumber daya lokal.

Sekretaris Prodi: Kolaborasi Harus Berorientasi pada Dampak

Sekretaris Program Studi Pendidikan Masyarakat FIP UPI, Dr. Dadang Yunus Lutfiansyah, M.Pd., menekankan bahwa peluang kerja sama perlu diarahkan pada program yang memberikan pengalaman pembelajaran nyata sekaligus menghasilkan dampak bagi masyarakat.

Menurutnya, Pendidikan Masyarakat memiliki ruang yang luas untuk berkolaborasi dengan berbagai lembaga karena karakter keilmuannya bersinggungan langsung dengan pengembangan kapasitas manusia dan pemberdayaan masyarakat.

“Yang penting dalam membangun kolaborasi bukan hanya bentuk kegiatannya, tetapi bagaimana kerja sama tersebut dapat menghasilkan proses pembelajaran yang bermakna, memperkuat kapasitas masyarakat, dan memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa. Karena itu, setiap peluang sinergi perlu dirancang berbasis kebutuhan dan diarahkan pada kebermanfaatan yang terukur,” demikian substansi pandangan Sekretaris Prodi Penmas.

Ia menambahkan bahwa isu pekerjaan hijau, inovasi desa, pengembangan keterampilan, dan pemberdayaan pemuda merupakan bidang yang potensial untuk dikembangkan dalam perspektif Pendidikan Masyarakat.

Menjajaki Sinergi yang Berkelanjutan

Audiensi tersebut selanjutnya diarahkan untuk menggali kemungkinan bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan oleh kedua pihak. Kerja sama potensial dapat diarahkan pada penguatan kapasitas pemuda, pengembangan kompetensi, pembelajaran berbasis masyarakat, riset dan pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan program inovasi di tingkat desa.

Bagi Penmas FIP UPI, jejaring kemitraan dengan berbagai lembaga menjadi bagian penting dalam memperluas ruang belajar mahasiswa sekaligus memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara bagi Inovasi Muda Indonesia Foundation, audiensi menjadi langkah awal untuk memperkenalkan program yang sedang dikembangkan sekaligus membuka peluang sinergi dengan institusi pendidikan tinggi yang memiliki kompetensi dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Audiensi tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan yang lebih teknis untuk mengidentifikasi bentuk kegiatan, sasaran, mekanisme pelaksanaan, dan potensi kontribusi masing-masing pihak. Keduanya bersepakat untuk membahas institution agreement (IA) yang akan dipelajari bersama sebagai turunan dari MOU yang dilakukan antara Fakultas Ilmu Pendidikan dengan Inovasi Muda.

Dengan demikian, pertemuan antara Penmas FIP UPI dan Inovasi Muda Indonesia Foundation tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi yang menghubungkan pendidikan, inovasi, pemberdayaan pemuda, pengembangan desa, dan keberlanjutan.

Inisiatif tersebut sekaligus memperkuat peran Pendidikan Masyarakat dalam membangun ekosistem pembelajaran yang tidak terbatas pada ruang akademik, tetapi hadir dan memberikan kontribusi nyata di tengah dinamika kehidupan masyarakat..(Korespondensi : Dadang Yunus Lutfiansyah).

Scroll to Top