Cianjur, 8 Oktober 2026 — Dosen Program Studi Teknologi Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Della Amelia, S.Pd., M.Pd., melaksanakan pendampingan kepada SD Islam Kreatif (SDIK) Muhammadiyah Cianjur dalam kegiatan Pengembangan Model Kurikulum Satuan Pendidikan melalui Perguruan Tinggi Tahap IV pada 5–8 Oktober 2026.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dalam rangka mendukung penyiapan kebijakan teknis, penyusunan kurikulum, serta pengembangan pembelajaran di satuan pendidikan. Program ini melibatkan kolaborasi antara Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), dalam hal ini Universitas Pendidikan Indonesia, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, serta sekolah-sekolah mitra.
Pendampingan Tahap IV menjadi bagian penting dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat implementasi kurikulum dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Pada tahap ini, pendampingan difokuskan pada evaluasi pelaksanaan pembelajaran setelah pendampingan Tahap III, refleksi terhadap program pengembangan kompetensi guru, serta penguatan kolaborasi di lingkungan sekolah.
Observasi Pembelajaran untuk Memperkuat Transformasi Pembelajaran
Salah satu agenda utama dalam pendampingan ini adalah observasi pembelajaran di SDIK Muhammadiyah Cianjur. Observasi dilakukan untuk mengecek dan mengonfirmasi transformasi pembelajaran yang telah diimplementasikan oleh sekolah setelah memperoleh pendampingan pada Tahap III.
Pada tahap sebelumnya, sekolah telah mendapatkan tinjauan dan umpan balik konstruktif dari tim pendamping sebagai dasar untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pembelajaran. Melalui observasi lanjutan, implementasi perbaikan tersebut ditelaah untuk melihat perkembangan praktik pembelajaran sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih memerlukan penguatan.
Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi guru dan tim pendamping untuk merefleksikan pelaksanaan pembelajaran secara langsung, sehingga upaya perbaikan dapat dilakukan berdasarkan kondisi nyata di kelas.
FGD untuk Finalisasi Laporan Teacher Experimental Training
Agenda berikutnya adalah Focus Group Discussion (FGD) untuk finalisasi laporan Teacher Experimental Training (TET). Diskusi ini bertujuan menelaah perkembangan pelaksanaan program TET di SDIK Muhammadiyah Cianjur serta merefleksikan hasil dan pengalaman yang diperoleh selama program berlangsung.
Melalui FGD, para peserta mendiskusikan pelaksanaan program, mengidentifikasi capaian, serta merumuskan berbagai catatan perbaikan yang dapat menjadi bahan dalam penyelesaian laporan. Proses refleksi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai pelaksanaan program dan kontribusinya terhadap peningkatan kompetensi guru serta kualitas pembelajaran di sekolah.
Capacity Building untuk Memperkuat Kolaborasi Sivitas Akademika
Selain observasi pembelajaran dan FGD, pendampingan Tahap IV juga mencakup kegiatan capacity building untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi dan kekompakan sivitas akademika SDIK Muhammadiyah Cianjur.
Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kerja sama, komunikasi, dan kebersamaan antarwarga sekolah dalam mendukung pelaksanaan program pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Kolaborasi yang baik di lingkungan sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan inovasi pembelajaran serta mendorong terciptanya budaya refleksi dan perbaikan secara berkelanjutan.
Tahap Akhir Pendampingan Lapangan
Pendampingan Tahap IV merupakan tahap akhir pendampingan langsung di lapangan dalam rangkaian program yang telah berlangsung sejak Juni 2026. Setelah seluruh rangkaian pendampingan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan hasil dan finalisasi laporan pendampingan bersama tim terkait.
Melalui keterlibatan dosen Program Studi Teknologi Pendidikan UPI dalam program ini, perguruan tinggi turut berkontribusi dalam mendukung pengembangan kurikulum satuan pendidikan, penguatan kompetensi guru, serta peningkatan kualitas praktik pembelajaran di sekolah mitra.

Partisipasi ini sekaligus mencerminkan peran strategis perguruan tinggi dalam menjembatani pengembangan keilmuan pendidikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi pendidikan, dan sekolah diharapkan dapat memperkuat implementasi kurikulum yang kontekstual, reflektif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.
