Muhammad Faiz Khoerul Musyaafa (Mahasiswa S2 Pengembangan Kurikulum UPI) Presentasikan Riset tentang Penggunaan AI dalam Konferensi Internasional TERA 2026 dan WERA 2026 di Taiwan

Taiwan — Muhammad Faiz Khoerul Musyaafa, Mahasiswa Program Magister (S2) Pengembangan Kurikulum, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), berpartisipasi dalam forum akademik internasional melalui presentasi penelitian pada TERA Conference 2026 & WERA 2026 Focal Meeting yang diselenggarakan pada 15–18 Oktober 2026 di National Sun Yat-sen University, Kaohsiung, Taiwan.

Dalam konferensi tersebut Faiz berkolaborasi dengan Linda Setiawati, Ketua Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi FIP UPI mempresentasikan makalah berjudul “Between Competence and Dependency: AI Writing Tools, Dumbcrafting, and the Psychological Cost of Detection Anxiety Among Indonesian Undergraduate Students.” Makalah ini  masuk dalam topik Curriculum and Instruction, K–12 and Higher Education, and Lifelong Learning.

Penelitian tersebut mengangkat isu penggunaan perangkat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dalam aktivitas menulis mahasiswa, khususnya terkait hubungan antara kompetensi, ketergantungan terhadap teknologi, serta kecemasan psikologis akibat kekhawatiran akan deteksi penggunaan AI. Topik ini relevan dengan dinamika pendidikan tinggi saat ini, ketika pemanfaatan AI menuntut perhatian terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis, kemandirian belajar, integritas akademik, dan desain pembelajaran yang tepat.

Dari perspektif pengembangan kurikulum, isu tersebut menjadi pengingat penting bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pemanfaatan perangkat digital. Kurikulum juga perlu memberikan ruang bagi pengembangan kompetensi mahasiswa, proses berpikir mandiri, literasi AI, serta penilaian pembelajaran yang mampu mengapresiasi proses dan kualitas hasil belajar.

Konferensi TERA 2026 dan WERA 2026 Focal Meeting mempertemukan komunitas akademik untuk berbagi gagasan dan perkembangan penelitian di bidang pendidikan. Berdasarkan agenda konferensi, kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara utama internasional, di antaranya Prof. Jerome E. Morris selaku Presiden AERA, Prof. Joe O’Hara selaku Presiden WERA, Prof. Yuto Kitamura selaku Wakil Presiden WERA, serta Prof. Hsueh-Hua Chuang selaku Presiden TERA.

Partisipasi Linda dan Faiz menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi akademik mahasiswa pascasarjana UPI dalam diskursus pendidikan internasional. Forum ini juga membuka ruang untuk bertukar perspektif, memperoleh masukan akademik, serta memperkaya pemahaman mengenai tantangan pengembangan kurikulum dan pembelajaran di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Keikutsertaan mahasiswa S2 Pengembangan Kurikulum dalam konferensi internasional ini diharapkan dapat memperkuat budaya riset, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, dan mendorong lahirnya kajian-kajian inovatif yang berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan, khususnya dalam merespons transformasi pembelajaran pada era AI.

Program Studi Teknologi Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum UPI terus mendorong keterlibatan mahasiswa dalam forum ilmiah nasional maupun internasional sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik, jejaring kolaborasi, dan kontribusi keilmuan bagi kemajuan pendidikan

Scroll to Top