Bandung – Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Prasarana Strategis (Pusbangkom SDA, Cipta Karya dan Prasarana Strategis), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Pekerjaan Umum, menyelenggarakan Lokakarya Penyiapan Materi e-learning Pengembangan Kompetensi Bidang Cipta Karya dan Prasarana Strategis pada Jumat, 9 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di kantor Pusbangkom, Jl. Abdul Hamid, Cicaheum, Bandung, ini membahas draf media video pembelajaran dan draf hypermedia yang akan digunakan dalam pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pekerjaan Umum.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Mario Emilzoli, M.Pd., dosen Program Studi Teknologi Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), hadir sebagai narasumber. Beliau mengisi sesi Diskusi dan Tanggapan Terkait Video Pembelajaran dan Hypermedia dengan paparan bertajuk “Review Hypermedia dan Parameter Uji Coba Pengguna”. Lokakarya diawali dengan pengantar dari Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Cipta Karya dan Prasarana Strategis, Dr. Fitri Riandini, S.Si., M.T., serta sambutan dan arahan dari Kepala Pusbangkom SDA, Cipta Karya dan Prasarana Strategis, Dr. Ir. Doedoeng Zenal Arifin, yang sekaligus membuka kegiatan. Selanjutnya, tim tenaga ahli memaparkan progres penyiapan materi e-learning, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanggapan dari para narasumber, termasuk Direktorat Jenderal Prasarana Strategis dan Pusbangkom BMPIPIW.
Dalam paparannya, Dr. Mario menegaskan bahwa hypermedia yang telah ditelaah ahli tetap perlu diuji coba kepada pengguna. Review ahli menilai ketepatan materi, kesesuaian desain pembelajaran, serta antarmuka dan navigasi, sedangkan uji coba pengguna memperlihatkan kesulitan yang benar-benar dialami saat produk digunakan. Keduanya memberikan bukti yang berbeda dan saling melengkapi. Pengujian diarahkan untuk membuktikan tiga aspek utama, yaitu kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas produk.
Ia juga menguraikan tahapan uji coba sebelum produk digunakan secara luas, mulai dari uji cobaperorangan, kelompok kecil, hingga lapangan terbatas, yang dijalankan dalam siklus uji coba, analisis temuan, revisi, dan pengujian ulang. Parameter yang diperiksa mencakup pemahaman isi dan instruksi, hubungan antarkonten, beban informasi, aktivitas pembelajaran, navigasi, orientasi, keterbacaan dan aksesibilitas, serta kinerja teknis. Peserta lokakarya juga diperkenalkan pada contoh instrumen, seperti lembar observasi berbasis tugas, pedoman wawancara pengguna, angket pengalaman pengguna, log kendala teknis, lembar keterlaksanaan uji coba lapangan, serta tugas asesmen dan rubrik penilaian
dengan konteks keselamatan kerja konstruksi.
“Penilaian ahli dan kepuasan pengguna belum cukup untuk membuktikan efektivitas pembelajaran. Setiap temuan perlu dicatat bersama konteksnya, ditindaklanjuti dengan perbaikan yang jelas, lalu diverifikasi kembali kepada pengguna sasaran,” ujar Dr. Mario. Melalui matriks temuan, revisi, dan pengujian ulang, setiap masukan dipetakan berdasarkan prioritas,
usulan perbaikan, dan cara verifikasinya. Dengan pendekatan ini, hasil review menjadi dasar penyempurnaan yang terukur sehingga hypermedia dan video pembelajaran yang dihasilkan layak, mudah digunakan, dan sesuai dengan kondisi pembelajaran sasaran.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pusbangkom SDA, Cipta Karya dan Prasarana Strategis dalam menghadirkan layanan pengembangan kompetensi berbasis e-learning yang berkualitas bagi ASN Pekerjaan Umum, sekaligus mendukung komitmen pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi melalui pelayanan publik yang prima.
