Perkuat Wawasan Internasional, Mahasiswa Teknologi Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum Belajar Kepemimpinan dan Inovasi Pembelajaran dari Praktisi Sekolah Rendah Seri Budiman UPSI Malaysia

Bandung, 4 November 2026 – Program Studi Teknologi Pendidikan (S1) dan Program Studi Pengembangan Kurikulum (S2 dan S3), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menyelenggarakan kegiatan Practitioner Lecture dengan menghadirkan praktisi pendidikan dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, En. Norazam bin Mat Isa. Kegiatan ini mengangkat tema “From Policy to Practice: Principal Leadership in Implementing Curriculum and Instructional Innovations” sebagai bagian dari CURRITECH (Curriculum & Educational Technology Forum), melalui program DIALOGUE Academic Hybrid Seminar Series.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 4 November 2026, pukul 14.00 WIB tersebut menjadi ruang akademik untuk mempertemukan perspektif kebijakan pendidikan dengan pengalaman nyata dalam pengelolaan dan pengembangan inovasi di lingkungan sekolah. Diskusi dipandu oleh Lucia Ekawati Ikanubun sebagai moderator.

En. Norazam bin Mat Isa merupakan Chief of Education di Sekolah Rendah Seri Budiman, UPSI, Malaysia. Ia memiliki pengalaman selama 12 tahun dalam bidang pengajaran dan 24 tahun dalam bidang administrasi pendidikan. Sepanjang perjalanan profesionalnya, ia pernah mengemban berbagai tanggung jawab strategis, di antaranya sebagai anggota Jemaah Nazir Sekolah, Kementerian Pendidikan Malaysia; Ketua Penolong Pengarah, Jabatan Pendidikan Negeri Perak; serta Timbalan Pegawai Pendidikan Daerah di beberapa wilayah di Perak.

Dalam pemaparannya, Norazam menekankan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menerjemahkan kebijakan pendidikan menjadi praktik inovasi kurikulum dan pembelajaran yang berdampak langsung terhadap peserta didik. Menurutnya, keberhasilan implementasi kurikulum tidak cukup hanya ditentukan oleh kualitas dokumen dan desain kurikulum, tetapi sangat bergantung pada kemampuan pemimpin sekolah dalam membangun komitmen bersama, memberdayakan guru, serta menciptakan ekosistem sekolah yang adaptif dan inovatif.

Ia menguraikan lima peran utama pemimpin pendidikan, yaitu membangun visi dan tujuan yang jelas, mendukung pengembangan profesional berkelanjutan (Continuous Professional Development/CPD), mewujudkan iklim sekolah yang positif, mengelola sumber daya dan kapasitas sekolah, serta menjadi teladan dan perintis perubahan.

Lebih lanjut, ia mengidentifikasi sejumlah tantangan dalam pelaksanaan inovasi di sekolah, seperti resistensi terhadap perubahan, beban tugas guru, serta keterbatasan fasilitas dan sumber daya. Untuk mengatasinya, diperlukan pendekatan kepemimpinan distributif, program coaching dan mentoring, penguatan jejaring strategis, serta sistem penghargaan dan pengakuan terhadap upaya inovasi yang dilakukan oleh guru.

Salah satu hal menarik dalam kegiatan ini adalah pemaparan berbagai praktik inovasi yang dikembangkan di Sekolah Rendah Seri Budiman. Praktik tersebut mencakup penguatan intervensi akademik dan potensi peserta didik, pengembangan profesional guru melalui pelatihan internal, pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pengelolaan sekolah, serta pengembangan sistem informasi untuk mendukung pemantauan kehadiran, perkembangan, dan kedisiplinan peserta didik.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa inovasi pendidikan tidak selalu harus dimulai dengan perubahan besar. Inovasi dapat dikembangkan secara bertahap melalui identifikasi kebutuhan belajar, pelibatan guru sejak awal, uji coba dalam skala kecil, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan.

Kegiatan ini memberikan perspektif penting bagi mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum dalam memahami hubungan antara kebijakan, kepemimpinan, desain kurikulum, dan implementasi pembelajaran di satuan pendidikan. Kehadiran praktisi pendidikan internasional juga memperkaya wawasan mahasiswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan praktik nyata dari sistem pendidikan Malaysia.

Melalui kegiatan CURRITECH – DIALOGUE Academic Hybrid Seminar Series ini, Program Studi Teknologi Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum FIP UPI terus mendorong penguatan kolaborasi akademik dengan praktisi dan institusi pendidikan internasional. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, relevan, dan responsif terhadap dinamika transformasi pendidikan.

Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam pemaparan, “Policy gives us direction. Leadership builds shared commitment. Teachers turn that commitment into meaningful learning experiences.” Kebijakan memberikan arah, kepemimpinan membangun komitmen bersama, dan guru menerjemahkan komitmen tersebut menjadi pengalaman belajar yang bermakna.

Scroll to Top