
Bandung, 29 September 2026 — Tujuh dekade perjalanan Pendidikan Masyarakat menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali semangat kebersamaan, kolaborasi, dan komitmen terhadap pengembangan pendidikan masyarakat. Semangat tersebut mengemuka dalam Opening Ceremony Dies Natalis Pendidikan Masyarakat ke-70 yang diselenggarakan di Auditorium FIP UPI, Selasa (29/9/2026).
Mengusung tema “Polyphony in Harmony: Merangkai Nada, Menguatkan Kebersamaan”, kegiatan Dies Natalis ke-70 tidak hanya menjadi perayaan perjalanan panjang Pendidikan Masyarakat, tetapi juga menjadi ruang refleksi mengenai kontribusi dan arah pengembangan Pendidikan Masyarakat di tengah perubahan sosial, teknologi, dan kebutuhan belajar masyarakat yang semakin dinamis.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Pelaksana Dies Natalis Pendidikan Masyarakat ke-70, Saurai Aqila. Dalam sambutannya, Saurai menyampaikan bahwa Dies Natalis menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar Pendidikan Masyarakat untuk membangun kebersamaan dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
Semangat kebersamaan tersebut kemudian diperkuat melalui sambutan Ketua BEM Kema Penmas FIP UPI, Syfa Priscilia. Ia menempatkan Dies Natalis sebagai momentum yang tidak hanya memperingati perjalanan Pendidikan Masyarakat, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengambil bagian dalam menjaga keberlanjutan tradisi akademik dan organisasi di lingkungan Penmas.
“Dies Natalis menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal perjalanan Pendidikan Masyarakat sekaligus mengambil peran dalam melanjutkan berbagai nilai, tradisi, dan semangat kebersamaan yang telah dibangun dari generasi ke generasi,” demikian substansi sambutan Ketua BEM Kema Penmas.
Pendidikan Masyarakat Terus Beradaptasi dengan Perubahan
Selanjutnya, Ketua Program Studi Pendidikan Masyarakat FIP UPI, Dr. Yanti Shantini, M.Pd., menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya menjadikan momentum 70 tahun sebagai ruang refleksi sekaligus orientasi untuk menatap masa depan.
Menurut Dr. Yanti, perjalanan panjang Pendidikan Masyarakat merupakan hasil kontribusi berbagai generasi yang telah memberikan perhatian terhadap pengembangan keilmuan dan praktik pendidikan masyarakat. Karena itu, keberlanjutan Pendidikan Masyarakat membutuhkan sinergi antara dosen, mahasiswa, alumni, dan seluruh pemangku kepentingan.
Tema Polyphony in Harmony menjadi relevan dengan karakter Pendidikan Masyarakat yang dibangun melalui keberagaman perspektif, pengalaman, dan kontribusi. Berbagai suara tersebut tidak harus diseragamkan, tetapi perlu dirangkai dalam harmoni untuk mencapai tujuan bersama.
“Memasuki usia ke-70, Pendidikan Masyarakat perlu terus bergerak dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kebersamaan antara dosen, mahasiswa, alumni, dan seluruh keluarga besar Penmas menjadi kekuatan penting untuk menjaga keberlanjutan dan meningkatkan kontribusi Pendidikan Masyarakat,” demikian substansi sambutan Ketua Prodi Pendidikan Masyarakat.
Dekan FIP UPI Resmi Membuka Dies Natalis ke-70
Rangkaian sambutan kemudian ditutup dengan sambutan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Aan Komariah, M.Pd., sekaligus membuka secara resmi rangkaian Dies Natalis Pendidikan Masyarakat ke-70.
Dalam sambutannya, Prof. Aan memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Dies Natalis sebagai momentum untuk memperkuat identitas akademik dan kelembagaan Pendidikan Masyarakat. Menurutnya, perjalanan panjang sebuah program studi tidak hanya ditandai oleh usia, tetapi juga oleh kontribusi yang diberikan kepada masyarakat, bangsa, dan perkembangan keilmuan.
“Dies Natalis ke-70 hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai peringatan usia, tetapi sebagai momentum untuk melakukan refleksi, memperkuat kebersamaan, dan meneguhkan kembali kontribusi Pendidikan Masyarakat bagi masyarakat luas,” demikian substansi sambutan Dekan FIP UPI.
Prof. Aan juga menekankan pentingnya membangun sinergi di lingkungan akademik. Dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, dan seluruh elemen Pendidikan Masyarakat memiliki peran masing-masing dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Setelah menyampaikan sambutan, Dekan FIP UPI secara resmi membuka rangkaian Dies Natalis Pendidikan Masyarakat ke-70 dengan memukul goong sebanyak 3 kali.
Tujuh Dekade sebagai Refleksi dan Proyeksi
Pembukaan Dies Natalis ke-70 menjadi penanda perjalanan panjang Pendidikan Masyarakat sekaligus titik awal untuk menatap tantangan masa depan. Tema Polyphony in Harmony: Merangkai Nada, Menguatkan Kebersamaanmenggambarkan pesan bahwa perjalanan Pendidikan Masyarakat dibangun melalui kontribusi banyak pihak dengan latar belakang, perspektif, dan pengalaman yang beragam.
Dalam konteks Pendidikan Masyarakat, keberagaman tersebut merupakan bagian penting dari proses pembelajaran dan pemberdayaan. Pendidikan masyarakat senantiasa berhadapan dengan keragaman kebutuhan, karakteristik, dan persoalan masyarakat sehingga membutuhkan kemampuan untuk membangun kolaborasi dan menciptakan solusi secara bersama-sama.
Momentum tujuh dekade juga menjadi pengingat bahwa keberlanjutan Pendidikan Masyarakat membutuhkan kemampuan untuk mempertahankan nilai-nilai fundamental sekaligus melakukan inovasi sesuai perkembangan zaman. Transformasi digital, perubahan dunia kerja, pembelajaran sepanjang hayat, pemberdayaan masyarakat, serta berbagai persoalan sosial menjadi bagian dari tantangan yang perlu direspons oleh Pendidikan Masyarakat.
Karena itu, Dies Natalis ke-70 diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum kolektif untuk memperkuat identitas, meningkatkan kualitas akademik, memperluas kolaborasi, dan memperbesar kontribusi Pendidikan Masyarakat bagi masyarakat Indonesia.
Dengan semangat “Polyphony in Harmony”, tujuh dekade perjalanan Pendidikan Masyarakat dirayakan bukan hanya dengan mengenang masa lalu, tetapi juga dengan merangkai berbagai potensi yang ada hari ini untuk membangun masa depan Pendidikan Masyarakat yang semakin adaptif, kolaboratif, dan berdampak.
Kegiatan Opening Ceremony tersebut dilaksanakan pada Selasa, 29 September 2026, pukul 08.00–13.00 WIB di Auditorium FIP UPI Lantai 10. (Korespondensi : Dadang Yunus Lutfiansyah).
