Webinar Series Dies Natalis Pendidikan Masyarakat ke-70: Dari Ruang Belajar ke Ruang Pemberdayaan, Transformasi PKBM di Tengah Perubahan

Bandung, 29 September 2026 — Rangkaian Dies Natalis Pendidikan Masyarakat ke-70 berlanjut melalui kegiatan Webinar Series bertajuk “Dari Ruang Belajar ke Ruang Pemberdayaan: Transformasi PKBM dalam Pendidikan Masyarakat.” Kegiatan ini menghadirkan perspektif akademik dan pengalaman praktis untuk membahas perkembangan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan masyarakat.

Webinar menghadirkan Dr. Asep Saepudin, M.Pd. sebagai narasumber dan M. Fikri Fakhriyan, S.Pd., alumni Pendidikan Masyarakat, yang berbagi pengalaman serta perspektif mengenai dinamika PKBM dalam menjawab kebutuhan belajar dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Leli Julianti, mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat yang juga dikenal sebagai Ambassador Google Indonesia. Kehadiran mahasiswa sebagai moderator sekaligus bagian dari ekosistem digital memberikan warna tersendiri dalam diskusi mengenai transformasi pendidikan masyarakat di era teknologi.

PKBM Tidak Sekadar Ruang Pembelajaran

Mengangkat tema “Dari Ruang Belajar ke Ruang Pemberdayaan”, webinar menempatkan PKBM bukan hanya sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran, tetapi juga sebagai ruang strategis bagi masyarakat untuk mengembangkan kapasitas, membangun kemandirian, dan menciptakan berbagai peluang perubahan.

 

Transformasi PKBM menjadi penting karena kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan terus mengalami perubahan. Masyarakat tidak hanya membutuhkan akses terhadap pengetahuan, tetapi juga membutuhkan ruang untuk mengembangkan keterampilan, memperkuat kapasitas sosial, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Dalam perspektif Pendidikan Masyarakat, keberadaan PKBM memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan masyarakat dan memungkinkan proses pendidikan dikembangkan berdasarkan kebutuhan serta potensi lokal.

Perspektif Akademik dan Praktik Alumni

Kehadiran Dr. Asep Saepudin, M.Pd. memberikan perspektif akademik mengenai bagaimana PKBM dapat terus berkembang sebagai institusi pendidikan masyarakat yang responsif terhadap perubahan. Diskusi diarahkan pada pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan, inovasi pembelajaran, serta kemampuan PKBM membaca kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, M. Fikri Fakhriyan, S.Pd., sebagai alumni Pendidikan Masyarakat, membawa perspektif pengalaman lapangan yang memperlihatkan bagaimana kompetensi yang diperoleh selama proses pendidikan dapat dikembangkan dalam praktik pendidikan masyarakat.

Pertemuan antara perspektif akademik dan pengalaman alumni tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi memiliki keterkaitan erat dengan realitas kehidupan masyarakat. Ruang kelas menjadi tempat membangun pengetahuan dan kompetensi, sedangkan ruang masyarakat menjadi arena untuk mengimplementasikan sekaligus mengembangkan pengetahuan tersebut.

Mahasiswa dan Transformasi Digital Pendidikan Masyarakat

Keterlibatan Leli Julianti, mahasiswa Penmas sekaligus Ambassador Google Indonesia, sebagai moderator turut memperlihatkan semakin kuatnya keterkaitan antara Pendidikan Masyarakat dan transformasi digital.

Generasi mahasiswa Pendidikan Masyarakat saat ini menghadapi tantangan untuk tidak hanya memahami teori dan praktik pemberdayaan masyarakat, tetapi juga memiliki literasi digital yang memadai. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pembelajaran, mengembangkan jejaring, memperkuat komunikasi, mendukung pengelolaan kelembagaan, serta membuka peluang inovasi dalam layanan pendidikan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, mahasiswa tidak hanya ditempatkan sebagai penerima pengetahuan, tetapi juga sebagai bagian dari aktor perubahan yang mampu membawa perspektif baru ke dalam praktik pendidikan masyarakat.

Dari Pembelajaran Menuju Pemberdayaan

Tema webinar menjadi relevan dengan perjalanan keilmuan Pendidikan Masyarakat yang menempatkan pembelajaran sebagai bagian dari proses pemberdayaan. Pendidikan tidak berhenti ketika peserta memperoleh pengetahuan, tetapi perlu dilanjutkan dengan kemampuan menggunakan pengetahuan tersebut untuk meningkatkan kualitas kehidupan individu, keluarga, dan masyarakat.

PKBM menjadi salah satu ruang strategis untuk mewujudkan proses tersebut. Melalui berbagai program pendidikan dan pemberdayaan, PKBM dapat menjadi penghubung antara kebutuhan belajar masyarakat dengan peluang pengembangan kapasitas dan kemandirian.

Karena itu, transformasi PKBM membutuhkan lebih dari sekadar inovasi program. Penguatan kelembagaan, kompetensi pengelola dan tutor, pemanfaatan teknologi, kemitraan, serta kemampuan membangun program berbasis kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan PKBM.

Memaknai 70 Tahun Pendidikan Masyarakat

Webinar Series ini sekaligus memperkuat pesan Dies Natalis Pendidikan Masyarakat ke-70 bahwa perjalanan panjang Pendidikan Masyarakat harus terus diterjemahkan ke dalam kontribusi nyata bagi masyarakat.

Jika Opening Ceremony menjadi momentum untuk mengenang perjalanan dan memperkuat kebersamaan, maka forum akademik seperti Webinar Series menjadi ruang untuk mendiskusikan arah masa depan Pendidikan Masyarakat.

Melalui tema “Dari Ruang Belajar ke Ruang Pemberdayaan”, Pendidikan Masyarakat menegaskan kembali pentingnya membangun jembatan antara teori, praktik, teknologi, dan kebutuhan nyata masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat Dies Natalis ke-70 dengan tema besar “Polyphony in Harmony: Merangkai Nada, Menguatkan Kebersamaan”—sebuah pesan bahwa perjalanan Pendidikan Masyarakat dibangun melalui berbagai suara, pengalaman, dan kontribusi yang ketika disatukan dapat menjadi kekuatan untuk menghadirkan pendidikan yang semakin relevan dan berdampak bagi masyarakat. (Korespondensi : Dadang Yunus Lutfiansyah).

 

Scroll to Top