Ujian Promosi Doktor Wiwit Widiansyah Angkat Integrasi Pelatihan Vokasional dan Pendampingan Sosial bagi Penerima Manfaat Pelayanan Sosial

Bandung, 18 September 2026 — Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menyelenggarakan Ujian Promosi Doktor bagi Wiwit Widiansyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat UPI. Ujian berlangsung pada Jumat, 18 September 2026, pukul 08.30–10.30 WIB, bertempat di Auditorium Lantai 10 Gedung FIP UPI.

Wiwit Widiansyah mengangkat disertasi berjudul “Pengembangan Model Integrasi Pelatihan Vokasional dan Pendampingan Sosial dalam Meningkatkan Kesiapan Kerja Penerima Manfaat Pelayanan Sosial pada Sentra Rehabilitasi Sosial.” Kajian tersebut berfokus pada pengembangan model yang mengintegrasikan pelatihan keterampilan vokasional dengan pendampingan sosial sebagai pendekatan untuk meningkatkan kesiapan kerja penerima manfaat pelayanan sosial.

Ujian promosi doktor tersebut menjadi semakin istimewa dengan hadirnya sejumlah pimpinan dan pejabat dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, yang memberikan perhatian terhadap pengembangan keilmuan dan praktik pendidikan serta pelatihan bagi penerima manfaat pelayanan sosial.

Sekjen Kemensos Berikan Sambutan dan Ucapan Selamat

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI turut hadir dan memberikan sambutan serta ucapan selamat atas pelaksanaan Ujian Promosi Doktor Wiwit Widiansyah.

Dalam sambutannya, Sekjen Kemensos menyampaikan apresiasi atas proses akademik yang telah ditempuh Wiwit serta relevansi kajian disertasi dengan kebutuhan pengembangan pelayanan sosial di Indonesia. Kehadiran pimpinan Kementerian Sosial juga menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia dan penguatan basis akademik dalam penyelenggaraan pelayanan sosial.

“Kami menyampaikan selamat atas pelaksanaan Ujian Promosi Doktor. Semoga hasil kajian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pelayanan sosial, khususnya dalam meningkatkan keterampilan, kemandirian, dan kesiapan kerja penerima manfaat,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial dalam sambutannya.

Selain Sekretaris Jenderal Kemensos, kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Biro Perencanaan Kementerian Sosial RIserta Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Pekerja Sosial. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan keterkaitan yang erat antara pengembangan kajian akademik di bidang Pendidikan Masyarakat dengan kebutuhan pengembangan program pelatihan dan pelayanan sosial di lapangan.

Mengintegrasikan Pelatihan Vokasional dan Pendampingan Sosial

Disertasi Wiwit Widiansyah menawarkan pengembangan model yang menempatkan pelatihan vokasional dan pendampingan sosial sebagai dua komponen yang saling melengkapi.

Pelatihan vokasional diarahkan untuk memberikan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan kerja, sementara pendampingan sosial memberikan dukungan terhadap aspek personal dan sosial penerima manfaat selama mengikuti proses pengembangan kapasitas.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena kesiapan kerja penerima manfaat pelayanan sosial tidak hanya berkaitan dengan penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan beradaptasi, membangun kepercayaan diri, menjalankan aktivitas produktif, serta memperoleh dukungan sosial yang memadai.

Dengan demikian, penelitian ini menempatkan pendidikan dan pelatihan sebagai bagian dari proses pemberdayaan yang lebih luas, bukan sekadar transfer keterampilan.

Dihadiri Tim Penguji Akademik

Ujian Promosi Doktor Wiwit Widiansyah menghadirkan sejumlah akademisi sebagai penguji, yakni Prof. Dr. Jajat S. Ardiwinata, M.Pd., Prof. Dr. Mustofa Kamil, M.Pd., Dr. Asep Saepudin, M.Pd., Prof. Dr. H. Uyu Wahyudin, M.Pd., Dr. Kartini Marzuki, M.Si., dan Dr. Sardin, M.Si.

Forum akademik tersebut menjadi ruang untuk menguji kedalaman substansi, metodologi, kontribusi keilmuan, serta implikasi praktis dari model yang dikembangkan dalam disertasi.

Kehadiran unsur Kementerian Sosial dalam kegiatan ini juga memberikan konteks yang relevan bagi pembahasan disertasi, mengingat penelitian Wiwit berhubungan langsung dengan penyelenggaraan pelatihan dan pelayanan sosial bagi penerima manfaat.

Kontribusi bagi Pengembangan Pendidikan Masyarakat

Kajian Wiwit Widiansyah memperkuat posisi Pendidikan Masyarakat sebagai bidang keilmuan yang tidak hanya membahas proses pembelajaran masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan pelatihan, pemberdayaan, pengembangan keterampilan, pendampingan, dan peningkatan kemandirian masyarakat.

Model integrasi yang dikembangkan dalam disertasi diharapkan dapat menjadi salah satu referensi konseptual bagi pengembangan program pelatihan dan pendampingan yang lebih terintegrasi pada lembaga pelayanan sosial.

Selaras dengan SDGs

Secara substantif, penelitian tersebut memiliki keterkaitan dengan beberapa agenda Sustainable Development Goals (SDGs).

Pertama, SDG 4 – Quality Education, melalui pengembangan pembelajaran dan pelatihan vokasional yang berorientasi pada peningkatan kompetensi masyarakat.

Kedua, SDG 8 – Decent Work and Economic Growth, khususnya dalam konteks peningkatan keterampilan dan kesiapan kerja penerima manfaat pelayanan sosial.

Ketiga, SDG 10 – Reduced Inequalities, melalui penguatan kesempatan bagi kelompok penerima pelayanan sosial untuk mengembangkan kapasitas dan meningkatkan partisipasi sosial-ekonominya.

Dengan demikian, penelitian doktoral ini tidak hanya memiliki kontribusi akademik bagi pengembangan keilmuan Pendidikan Masyarakat, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan manusia yang inklusif dan berkelanjutan.

Sinergi Perguruan Tinggi dan Kementerian Sosial

Kehadiran jajaran Kementerian Sosial dalam Ujian Promosi Doktor tersebut memperlihatkan pentingnya hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga pelayanan sosial dalam mengembangkan inovasi berbasis riset.

Bagi Program Studi Pendidikan Masyarakat FIP UPI, momentum tersebut menjadi bagian dari penguatan ekosistem akademik yang menghubungkan penelitian doktoral dengan persoalan nyata di masyarakat, khususnya dalam bidang pelatihan vokasional, pelayanan sosial, pemberdayaan, dan kesiapan kerja. (Korespondensi : Dadang Yunus Lutfiansyah)

Scroll to Top